Powered By Blogger

Sabtu, 15 Oktober 2011

Mengindetifikasi Tema Dan Ciri-Ciri Puisi Kontemporer Melalui Kegiatan Membaca Buku Kumpulan Puisi Kontemporer


Seoarng penyair menciptakan puisi pada hakikatnya karena ingin mengabadikan apa yang dilihat, didengar, derasakan, dan dipikirkannya. Proses pengimajinasian atau pengembangan pengalaman lahir batin tersebut merupakan awal proses kreatif. Proses kreatif kemudian di lanjutkan dengan pengekspresian imajinasi kedalam rangkaian kata-kata yang di sebut puisi.
            Ketika puisi tersebut dibaca, pembaca bisa mengidentifikasi cirri-cirinya berdasarkan kata-kata yang digunakan penyair untuk mengekspresikan hasil proses kreatifnya. Hasil pengindetifikasian memberikan kesimpulan kepada pembaca baqhwa puisi yang satu dengan puisi yang lain berbeda. Walaupun demikian, antara beberapa puisi bisa mempunyai tingkat kemiripan yang tinggi. Biasanya terjadi pada puisi yang di ciptakan pada kurun waktu yang sama.
            Tahun 1980-an lahir puisi kontemporer, yaitu puisi yang mempunyai kekhasan dibandingkan dengan puisi lain. Slah satu puisi kontemporer yang terkenal adalah puisi “Mbeling”, puisi nakal yang mengungkapkan kenyataan di masyarakat secara terbuka dan bebas, tanpa melihat persyaratan penulisan yang menurut mereka “muluk-muluk”.

Kutipan 1

TANAH AIRMATA
( Sutardji Calzoum Bachri )


Tanah airmata tanah tumpah darahku
Mata air airmata kami
Airmata tanah air kami

Di sinilah kami berdiri
Menyanyikan airmata kami
Di balik gembur subur tanahmu
Kami simpan perih kami
Di balik etalase megah gedung-gedungmu
Kami coba sembunyikan derita kami

Kami coba simpan nestapa
Kami coba kuburkan duka lara
Tapi perih tak bisa sembunyi
Ia merebak kemana-mana

Bumi memang tak sebatas pandang
Dan udara luas menunggu
Namun kamu takkan bisa menyingkir

Kemanapun melangkah
Kamu pijak airmata kami
Kemana pun terbang
Kamu khan hinggap di airmata kami
Kemanapun berlayar
Kamu arungi airmata kami

Kamu sudah terkepung
Takkan bisa mengelak
Takkan kemana pergi
Menyerahlah pada kedalaman airmata kami


Kutipan 2

COMMUNICATION GAP
( Remy Sylado )

Ya
TUHAN
Tuhan Tuhan Tuhan
Tuhan
Tu
Han
Tu
Han
Tu
Hantu
Hantu Hantu
Hantu Hantu Hantu
HANTU
Ay

            Jika di perhatikan sekilas, puisi pada kutipan 1 bertemakan nasionalisme, dan kutipan 2 bertemakan ketuhanan ( puisi religius ). Jika di perhatikan temanya memang tepat, tapi setelah di pahami tema yang tepat adalah kritik terhadap keadaan yagn berkebalikan dengan nasionalisme dan ketuhanan.
            Puisi kutipan 1 bertema kritikan terhadap kesewenangan – wenangan Negara pada potensi alam dan sumber daya alam yang dilakukan oleh warga Negara yang tidak bertanggung jawab akibatnya timbulkan alam yang serba menyedihkan dan menyengsarakan rakyat. Perhatikan bagian puisi berikut :

            Disinilah kami berdiri
             Menyanyikan airmata kami
             Di balik gembur subur tanahmu
             Kami simpan perih kami
             Di balik eltase megah gedung-gedungmu
             Kami coba sembunyikan derita kami 

Dari bagian ini berartikan  tanah air yang subur akhirnya menjadi tanah yang tidak menyejahterakan, rakyat menderita karena pembangunan fisik yang tidak memperhatikan lingkungan.
            Puisi kutipan 2 mempunyai tema ketidakselarasan hubungan manusia dengan tuhan karena rendahnya keimanan manusia. Usaha manusia untuk selalu mendekatkan diri kepada tuhan sangat minim, akibatnya terkadang bagi manusia seperti itu tuhan jusatru menjadi hantu.

            Tu
            Han
            Tu
            Han
            Tu
            Hantu

Kedua puisi di atas bertemakan kritik, dan itulah tema umum puisi kontemporer. Adapun dapat di temukan ciri – ciri puisi kontemporer yaitu :
1.      Ungkapannya berupa kelakar dan tidak ada maksud yang di sembunyikan
2.      Objek yang di kelakarkan bebas
3.      Kebanyakan kelakar tersebut mengandung kritik (sosial)
4.      Memerhatikan peran kata secara maksimal untuk berekspresi
5.      Memanfaatkankan arti, bunyi, dan tipografi secara maksimal
6.      Tipografi / bentuk penulisan bebas
7.      Menyampaikan kritik terhadap pejabat dan anggota mesayarakat yang mempunyai sikap moral tidak baik
8.      Mengandung ejekan tehadap penyair lain yang di sebut “penyair serius “

Puisi kontemporer pada awalnya muncul sebagai puisi dengan ganre ( jenis ) yang berbeda, lain dari pada yang lain di banding puisi pada umumnya. Puisi ini lebih menekankan peran kata baik segi arti, bunyi, maupun bentuknya. Kata dianggap sarana paling ampuh untuk menyampaikan maksud penyair kepada pembaca. Puisi kontemporer secara fisik terlihat memakai kata dan mengambil struktur puisi seolah-olah secara semaunya. Justru itu yang di inginkan penyair, dengan segala arti, bunyi, dan bentuk tampilan secara inkonvensional ( tidak berstuktuk dan tidak terikat  atau bebas ), kata mampu menyampaikan pesan secara maksimal. Sutarji menyebut kata adalah “mantra”.

Jika ingin mengetahui maksud isi puisi kontemporer, pembaca di tuntut menjiwai puisi, adapun maksud puisi kontemporer secara umum adalah :
a.       Mendobrak cara penulisan puisi yang konvensional
b.      Menyampaikan kritik
c.       Kritik dimaksudkan untuk mengajak pembaca melakukan perenungan.
d.      Kritik digunakan untuk mengajak pembaca melakukan refleksi dan selanjutnya melakukan perbaikan.

Jadi dalam pengentifikasikan tema / ciri – ciri puisi dengan cara :

1.      Membaca puisi tersebut
2.      Memahami puisi tersebut
3.      mengaitkan puisi tersebut dengan unsur-unsur puisi pada umumnya seperti Diksi (pilihan kata), Rima dan Ritma, serta Pengimajinasian
4.      setelah di kaitkan timbul perbedaan, maka itulah puisi kontemporer dari segi bentuk dan bunyi
5.      setelah di dapatkan demikian, maka pembaca dapat mengetahui karakter puisi tersebut dan itulah ciri-cirinya, dari ciri-ciri pembaca tinggal memahami alur maksud dari puisi.
6.      setelah di pahami, maka pembaca dengan sendirinya dapat menentukan tema, perasaan, nada atau suasana serta amanat dari puisi karena puisi kontemporer memakai kata dan mengambil stuktur puisi secara bebas jadi untuk penentuan tema dan ciri-ciri puisi, pembaca tinggal memahami dan memperhatikan kata – kata yang terdapat pada puisi



Menemukan Perbedaan Karakteristik Angkatan Melalui Membaca Karya Sastra Yang Di Anggap Penting Pada Tiap Periode


Pembabakan (periodisasi) karya sastra Indonesia sejak abad ke-20 dapat dibedakan menjadi Angkatan Balai Pustaka, Angkatan Pujangga Baru, Angkatan ’45 dan Angkatan ’66. Pembabakan tersebut didasari pada urutan waktu ( lebih dari 1 dekade), perbedaan situasi dan kondisi, dan estetika.

1. Angkatan Balai Pustaka ( 1920 – 1933 )

            Adalah penamaan yang di berikan terhadap karangan – karangan yang di terbitkan bali Pustaka, yaitu muncul pada tahun 1920-an
Ciri-ciri karangan Balai Pustaka yaitu
a.       Tema yang di angkat adalah masalah adat istiadat
b.      Gaya bercerita yang bertele-tele
c.       Berisi nasihat
d.      Gaya bahasanya Melayu keseharian masyarakat Indonesia saat itu.
Karya-karya angkatan ini berupa Puisi, Prosa dan Roman-Roman (Novel), namun lebih banyak karya berupa Roman, adapun ciri-ciri roman pada angkatan ini :
1.      Berisi kritikan terhadap adat yang di nilai sudah tidak relevan dengan zaman
2.      Bertema kebanyakan suatu pertentangan
3.      Gaya bahasa dan komposisi cerita menyerupai hikayat – hikayat lama
4.      Melalui tokoh utama, pengarang sering menyampaikan nasihat panjang-panjang
5.      Sebelum menuju akahir cerita, tokoh mengalami pertualangan.


2. Angkatan Pujangga Baru ( 1933 – 1942 )

            Adalah penamaan bagi karangan-karangan para pengarang yang berkecimpung atau beriringan dengan terbitnya majalah Pujangga Baru
Ciri-ciri karangan angkatan pujangga baru :
a.       Bentuk karya sastranya lebih beragam, bukan saja roman yang lebih berani tetapi ada juga puisi dan Drama yang menunjukkan pertentangan
b.      Tema yang di angkat tentang emansipasi wanita, kehidupan masyarakat kota dan segala problematikanya serta kebebasan menentukan nasib sendiri di tengah persaingan, kebangkitan nasionalisme dan cita-cita nasional mencapai kemerdekaan
c.       Karya sastranya bersifat tendensius ( jelas, tidak bertele – tele ) dan didaktis ( menuntut suatu perubahan ) serta gaya bahasa mulai lepas dari struktur gaya bahasa Melayu
3. Angkatan ’45 ( 1942 – 1966 )

            Adalah penamaan bagi karangan-karangan para pengarang pada tahun 1940-an yaitu pada zaman penjajahan jepang dan zaman kemerdekaan Indonesia.
Ciri-ciri angkatan ’45 yaitu
a.       Temanya merupakan kebebasan individu
b.      Bahasa yang di gunakan adalah bahasa sehari-hari
c.       Keberanian dan kebebasan mengembangkan visi
d.      Terpengaruh dunia Internasional
Karya-karya yang di buat pada angkatan ini yaitu berupa puisi – puisi yang bebas, prosa yang jelas dan Roman ( Novel ) yang mempunyai karakter yaitu :
1.      memperlihatkan corak baru pada zamannya berupa kebebasan naturalisme baik dari bahasa, cerita yang di kemukakan dan cara mekukiskan pelaku-pelakunya.
2.      dalam cerita di lukisakan berupa fikiran pelaku jadi pembaca dituntut untuk berfikir aktif dalam mencari unsur-unsur ceritanya
3.      telah terlepas dari unsur-unsur tradisi lama dalam sastra
4.      pada angkatan ini roman mulai di sebut sebagai novel.


4. Angkatan ‘66

            Adalah penamaan yang diberikan kepada karangan-karangan pengarang yang giat menulis sastra dalam majalah-majalah dan kebudayaan dari tahun 1955-an sampai Sekarang
Ciri-ciri angkatan ini yaitu
a.       Gaya bahasa sehari - hari, bebas, dan campuran, bahkan gaya bahasa asing
b.      Tema tidak lagi terikat, tegantung dengan keinginan pengarang
c.       Lebih menekankan pendidikan bagi masyarakat ( berbagi ilmu sastra )
d.      Penulisan, maksud dan tujuan mudah di mengerti bagi pembaca.
Karya-karyanya sama dengan angkatan-angkatan sebelumnya namun lebih di kembangkan unsur-unsur instriktiknya agar mudah di mengerti dan bebas, suatu cerita yang di tulis di buku tidak lagi di sebut roman melainkan di sebut Novel.


Jadi dalam pengindentifikasian karakter tiap periode dalam karya sastra yaitu dengan cara :

1.      Pembaca mengetahui karya sartra yang ingin diketahui,terletak pada periode apa?, biasanya di suatu karya di terangkan dan di bubuhkan  kapan pembuatannya dari situ pembaca tahu karya itu terletak pada periode apa…
2.      Selanjutnya pembaca membaca dan memahami karya sastra yang mau di ketahui
3.      Setelah di baca dan dipahami pembaca membuat suatu kritik sastra yang berupa aspek-aspek analisis, interpretasi, dan evaluasi
4.      Setelah diketemukan hasil dari kritik sastra maka pembaca dapat dengan mudah menentukan ( mengindentifikasikan) ciri-ciri, tema dan apapun yang terdapat pada karya sastra ( karakteristik )
5.      untuk melakukan pengindentifikasian pembaca di tuntut untuk memiliki kecerdasan bahasa yang tinggi.

Jumat, 14 Oktober 2011

Wisdom's Kiss

Judul: Cium Kebijaksanaan ini 
Pengarang: Catherine Gilbert Murdock
Penerbit: Houghton Mifflin Buku untuk AnakPub Tanggal: 2011/09/15 
Ditinjau dari: egalley diterima dari penerbit
           
Ok, jadi, saya baru menyadari ketika menemukan link Goodreads bahwa penulis buku ini menulis JUGA Putri Ben yang saya sudah pernah mendengar tapi tidak pernah membaca. HA! Itu juga di sampul! Itulah masalah dengan membaca ebooks di ponsel saya. Layar banyak cukup besar untuk melakukan pembacaan yang sebenarnya tapi rupanya aku merindukan rincian penting di sampulnya. Melihat sebagai bagaimana Ratu janda dalam buku ini adalah Ratu Ben Aku menduga ini adalah sekuel untuk itu. (Masukkan Novelisting panik sini) Hmm - juga tidak ada yang mengatakan sekuel namun negara yang sama, satu karakter yang sama. APA PUN - titik singgung ini * adalah bahwa Anda tidak harus membaca Putri Ben dalam rangka menikmati Ciuman Kebijaksanaan itu. Aku berpikir bahwa beberapa hal Ben Ratu disinggung akan lebih diperluas dan sekarang ketika saya membaca Putri Ben ** aku akan tahu bahwa dia berakhir hidup dan ratu. Tetapi mengetahui genre Fantasi saya tidak berpikir bahwa pernah diragukan. Jadi. Baca Putri Ben pertama jika Anda ingin atau pergi langsung ke Cium Kebijaksanaan jika Anda ingin. Saya tidak berpikir saya kehilangan sesuatu melakukannya dengan cara ini.
* Apakah itu dianggap bersinggungan jika ini adalah bagaimana saya mulai review saya? Apakah ini membuat sisa meninjau garis singgung? MENGAPA ORANG PERNAH BACA SITUS INI? Pertanyaan untuk usia.
** Buku audio saat ini menunggu untuk saya di rak terus ketika saya bekerja malam ini tapi aku bertanya-tanya - aku tidak akan mampu mengikuti Cium Kebijaksanaan dalam buku audio. Format dan POVs yang berbeda akan saya bingung? Apapun - Aku akan mencoba it.OK! REVIEW, LP! BERHENTI TANGENTING!
Buku ini, dengan kata lain, fantastis. Aku mencoba untuk tidak membaca ulasan orang lain sebelum saya menulis saya tapi saya tidak sengaja membaca sebuah blog "twitter gaya" review hari ini yang lain dan mereka tidak menyukainya. Kurangnya karakterisasi, kata mereka. Apa? Karakter adalah bagian terbaik dari ini - dan itu adalah mengatakan banyak sejak aku mencintai plot, format, dan gaya penulisan juga. TAPI karakter! Anda punya karakter hebat - Putri Kebijaksanaan (yang hanya cara untuk riang dan sabar yang pernah menjadi penguasa yang solid tapi oh ia indah), Trudy (yang memiliki karunia pandangan ke depan tetapi agak takut dan putus asa dalam cinta dengan Tips temannya masa kecil), dan Tips (yang meninggalkan Trudy untuk "menjadi tentara" tapi dia memiliki rahasia dan mungkin ada masalah di masa depannya). Aku jatuh cinta dengan mereka semua. Aku mencintai bagaimana mereka tumbuh dan berubah dan belajar untuk hidup dengan apa hal-hal baru kehidupan melemparkan pada mereka. CINTA mereka.
Aku mencintai format. Surat, entri jurnal, sebuah memoar, sebuah ensiklopedia, dan memainkan.
Pada dasarnya jika Anda menyukai fantasi dan perempuan yang kuat (oh wanita kuat) dan plot yang besar, jangan mengabaikan hal ini.
Pada catatan feminis terakhir, aku cinta yang (spoiler besar super di sini sehingga berhenti sekarang) tidak Trudy atau Ratu Temperance berakhir dengan kepentingan cinta untuk bahagia. Maksudku ada tindak lanjut ensiklopedia entri yang menyebutkan kehidupan mereka dan kemudian suami dan anak-anak untuk satu tapi cerita yang sebenarnya berakhir dengan mereka menemukan kebahagiaan melalui persahabatan dan pekerjaan dan kehidupan mereka. CINTA itu. LOVE LOVE LOVE itu.
1. Pengertian Pegadaian
            Perum Pegadaian adalah salah satu lembaga keuangan non bank yang kegiatan utamanya menyediakan dana (pembiayaan) bagi masyarakat luas, untuk tujuan konsumsi, produksi, maupun berbagai tujuan lainnya. Perum Pegadaian termasuk dalam kategori lembaga keuangan karena transaksi pembiayaan yang diberikan oleh Pegadaian mirip dengan pinjaman kredit melalui bank, namun diatur secara terpisah atas dasar hukum gadai dan bukan dengan peraturan mengenai pinjam meminjam biasa . Menurut Kitab Undang-undang Hukum Perdata Pasal 1150, gadai adalah hak yang diperoleh seorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak .
2. Kegiatan Usaha
            A. Penghimpunan Dana
Dana yang diperlukan oleh Perum Pegadaian untuk melakukan kegiatan usahanya berasal dari:
a.       Pinjaman jangka pendek dari perbankan.
b.      Dana jangka pendek sebagian besar adalah dalam bentuk ini (sekitar 80% dari total dana jangka pendek yang dihimpun)
c.       Pijaman jangka pendek dari pihak lainnya ( utang kepada rekanan, utang kepada nasabah, utang pajak,biaya yang masih harus dibayar , pendaatan diterima di muka, dan lain-lain)
d.      Penerbitan bligasi
e.       Sampai dengan tahun 1994, Perum Pegadaian sudah 2 (dua) kali menerbitkan obligasi yang jangka waktunya masing-masing 5 tahun. Penerbitan pertama adalah pada tahun 1993 sebesar Rp 25 miliar dan penerbitan yang kedua kalinya adalah pada tahun 1994 juga sebesar Rp 25 miliar, sehingga sampai dengan tahun 1994 total obligasi yang telah diterbitkan adalah Rp 50 milaiar.
f.       Modal sendiri
Modal sendiri yang dimiliki oleh Perum Pegadaian terdiri dari:
·         Modal awal : kekeyaan Negara di luar APBN sebesar  Rp 205 miliar.
·         Penyertaan modal pemerintah
·         Laba ditahan : ini merupakan akumulasi laba sejak perusahaan pegadaian berdiri pada masa Hindia Belanda.

B. Penggunaan Dana
Setelah dana terkumpul, dana itu pun di gunakan untuk kegiatan Pegadaian. Ada pun hal yang dilakukan yaitu…

a.       Uang kas dan dana likuid lainnya adalah seperti : kewajiban yang jatuh tempo, penyaluran dana dalam bentuk pembiyaan atas dasar hukum gadai, biaya operasional yang harus segera di keluarkan, pembayaran pajak dan lain-lain.

b.      Pembelian dan pengadaan berbagai bentuk aktiva tetap dan inventaris seperti : aktiva tetap dan peralatan berupa tanah, kantor, atau bangunan, Komputer, kendaraan, meubel, brankas dan lain-lain

c.       Pendanaan kegiatan operasinal yaitu digunakan untuk gaji pegawai, honor, perawatan peralatan, dan lain-lain
d.      Penyaluran dana adalah penyaluran pembiayaan atas dasar hukum gadai. Lebih dari 50% dan di himpun oleh Perum Pegadaian tertanam dalam bentuk aktiva ini, karena memang ini merupakan kegiatan utamanya. Penyaluran ini diharapkan akan dapat menghasilkan penerimaan bunga yang dibayarkan oleh nasabah. Penerimaan bunga merupakan penerimaan utama dalam menghasilkan keuntungan, meskipun tetap dimungkinkan untuk mendapatkan penerimaan dari sumber lain seperti investasi surat berharga dan pelelangan jaminan gadai.

e.       Investasi lain adalah suatu di mana pegadaian kelebihan dana yang belum diperlukan mendanai kegiatan operasinal maupun penyaluran ke masyarakat, dapat di tanamkan dalam berbagai macam bentuk investasi jangka panjang maupun menengah.

C. Produk dan Jasa Perum Pegadaian  

a.       Pemberian pinjaman atas dasar hukum gadai adalah membari pinjaman tas dasar hukum gadai dimana pinjaman itu diberikan dengan jaminan atas dasar barang bergerak oleh penerima pinjaman. Konsekuensi pertamanya adalah jumlah atau nilai pinjaman yang akan diberikan sangat dipengaruhi nilai barang bergerak yang akan digadaikan. Pinjaman ini pada dasarnya adalah kredit jangka pendek dengan memberikan uang tunai Rp 10.000 sampai Rp 20.000.000 dengan jaminan beda bergerak ( perhiasan emas, alat rumah tangga, kendaraan, barang elektronik dan sebagainya. Adapun Sewa modal (bunga) merupakan jangka waktu pinjaman selama 4 bulan, apa bila telah melewati batas, nasabah dapat memperpanjang dengan membayar bunga atau menebur barang jaminan. Apabila tidak di lakukan maka pegadaian berhak melelang barang jaminan nasabah.

Berikut tarif pinjaman yang diberlakukan pegadaian.

Golongan
Besar pinjaman
Tarif pinjaman per 15 hari
Golongan A
Rp 10.000 – Rp 40.000
1,25 %
Golongan B
Rp 40.500 – Rp 150.000
1.50 %
Golongan C
Rp 151.000 – Rp 500.000
1.75 %
Golongan D
Rp 510.000 – Rp 20.000.000
1.75 %
Golongan D 1
Ø  Rp 20.000.000
1.75 %

b.      Penaksiran nilai barang adalah jasa yang di berikan perum pegadaian karena perusahaan ini mempunyai peralatan penaksiran serta petugas-petugas yang berpengalaman dan terlatih dalam menaksirkan nilai suatu barang yang akan digadaikan.

c.       Penitipan barang adalah jasa yang diberikan perum pegadaian karena perusahaan ini mempunyai tempat penyimpanan barang bergerak yang cukup memadai. Alasan masyarakat menggunakan jasa ini karena alas an keamanan penyimpanan, terutama bagi manyarakat yang akan meninggalkan rumahnya untuk jangka waktu yang lama.

Adapun tarif yang di telah diajukan oleh perum pegadaiaan :

Jenis
Lama Penitipan
Biaya
Dokumen dan surat beharga
2 minggu
1 bulan
3 bulan
6 bulan
12 bulan
Rp 1.500
Rp 2.000
Rp 5.800
Rp 11.100
RP 20.000
Perhiasan dan barang kecil
2 minggu
1 bulan
3 bulan
6 bulan
12 bulan
Rp 2.000
Rp 2.500
Rp 7.200
Rp 18.900
RP 25.000
Barang gudang ukuran besar
2 minggu
1 bulan
3 bulan
6 bulan
12 bulan
Rp 2.500
Rp 3.000
Rp 8.700
Rp 16.700
RP 30.000
Barang gudang ukuran sedang
2 minggu
1 bulan
3 bulan
6 bulan
12 bulan
Rp 2.000
Rp 2.500
Rp 7.200
Rp 13.900
RP 25.000
Barang gudang ukuran kecil
2 minggu
1 bulan
3 bulan
6 bulan
12 bulan
Rp 1.000
Rp 4.300
Rp 4.300
Rp 8.300
RP 15.000

           
d.      Jasa lain adalah penawaran yang sering di jadikan alternatif di samping ketiga kegitan usaha yang telah di jelaskan. Adapun jasa lain itu seperti :
·         Penjualan Koin Emas ONH. Adalah emas yang berbentuk koin yang bias digunakan untuk tujuan persiapan dana pergi haji bagi pembelinya. Konsumen tinggal membeli sejumlah koin emas ONH baik sekali saja maupun secara rutin. Setelah koin emas dianggap mencukupi, maka secara otomatis pemilik akan didaftarkan sebagai calon jemaah haji melalui Sistem Haji Terpadu. Selain untuk haji, konsumen juga bisa membeli emas untuk investasi atau yang lain.
·         Krasida adalah Kredit Angsuran Sistem Gadai yang merupakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha mikro dan kecil atas dasar gadai yang pengembalian pinjamannya dilakukan melalui angsuran.
·         Kreasi adalah Kredit Angsuran Fidusia merupakan merupakan pemberian pinjaman kepada para pengusaha mikro dan kecil dengan konstruksinya pejaminan secara fudiasi dan pengembalian pinjamannya dilakukan melalui angsuran.
·         Kresna adalah Kredit Serba Guna merupakan pembriaan pinjaman kepada pegawai/karyawan dalam rangka kegiatan produktif/konsumtif dengan pengambilan secara angsuran.
·         Galeri 24 adalah toko emas yang khusus merancang desain dan menjual perhiasan emas dengan setifikat jaminan sesuai karatase perhiasan emas.

3. Proses Pinjaman atas Dasar Hukum Gadai
           
A.    Barang yang Dapat Digadaikan
·         Barang Perhiasan yang terbuat dari emas, perak, platina, intan, mutiara, dan batu mulia.
·         Kendaraan
·         Barang elektronik
·         Barang rumah tangga
·         Mesin-mesin
·         Tekstil
·         Barang lain yang dianggap bernilai oleh perum pegadaian

B.     Barng yang tidak dapat digadaikan
Mengingat keterbatasan tempat penyimpanan, keterbatasan Sember Daya Manusia di pegadaian, perlunya meminimalkan resiko yang di tanggung maka adapun barang yang tidak bias digadaikan seperti:
·         Binatang ternak, karena memerlukan tempat penyimpanan khusus dan memerlukan cara pemeliharaan khusus.
·         Hasul Bumi, karena mudah busuk
·         Barang Dagang dalam Jumlah Besar
·         Barang yang cepat rusak, busuk atau susut
·         Barang yang amat kotor
·         Kendaraan yang sangat besar
·         Barang-barang seni yang sulit si taksir
·         Barang yang sangat mudah terbakar
·         Senjata api, amunisi dan mesiu
·         Barang yang disewabelikan
·         Barang milik pemerintah
·         Barang illegal.

C.    Penaksiran
Penaksiran adalah langkah dalam penilaian barang jaminan. Mengingat besarnya jumlah pinjaman di tentukan dengan nilai barang yang digadaikan maka barang yang diterima dari calon peminjam harus ditaksir terlebih dahulu nilai barangnya oleh petugas penaksir. Pedoman dasar penaksiran telah di tetapkan oleh perum pegadaian agar penaksiran atas suatu barang bergerak sesuai dengan nilai sebenarnya namun dalam menaksiran Nilai barang tidak di tentukan sesuai dengan harga pasar, melainkan dengan pesentase tertentu . Berikut paenetapanya:

·         Barang Kantong :
Emas
·         Petugas penaksir melihat Harga Pasar Pusat (HPP) dan Standar taksiran logam yang telah di tetapkan oleh kantor Pusat dengan persentase tersendiri. Harga ini selalu di sesuaikan dengan perkembangan harga yang terjadi.
·         Petugas melakukan pengujian karatase dan berat
·         Petugas menentukan nilai taksiran

Permata
·         Petugas penaksir melihat Standar taksiran permata yang telah di tetapkan oleh kantor Pusat dengan persentase tersendiri . Harga ini selalu di sesuaikan dengan perkembangan harga yang terjadi.
·         Petugas melakukan pengujian kualitas dan berat
·         Petugas menentukan nilai taksiran

·         Barang Gudang ( kendaraan, mesin, barang elektronik, tekstil dan lain-lain)
·         Petugas penaksir melihat Harga Pasar Setempat (HPP) dari barang dengan persentase tersendiri. Harga ini selalu di sesuaikan dengan perkembangan harga yang terjadi.
·         Petugas menentukan nilai taksiran



D.    Pemberian Pinjaman
Nilai taksiran atas barang yang akan digadaikan tidak sama dengan besar pinjaman yang diberikan. Petugas menuntukan pinjaman dengan persentase yang telah ditetapkan oleh perum pegadaian biasanya berkisar 80-90%. Setelah itu petugas menggolongkan atas dasar jumlahnya untuk menentukan syarat pinjaman seperti sewa modal, jangka waktu pelunasan dan jadwal pelelangan. Barang yang digadaikan di asuransikan dengan pinjaman premi dari pinjaman dana. Nilai taksiran dan persentase serta golongan bukanlah hal yang baku, karena bias berubah berdasarkan perkembangan ekonomi. Berdasarkan perubahan itulah maka pinjaman yang diberikan lebih kecil dari pada nilai pasar untuk mencegah kerugian.



E.     Pelunasan
Sesuai dengan syarat yang telah di tentukan pada waktu pemberiaan pinjaman nasabah mempunyai kewajiban melakukna pelunasan. Pada dasarnya nasabah dapat melunasi kewajibannya setiap saat tanpa harus menunggu jatuh tempo. Pelunasan pinjaman beserta sewa modal (bunga) di bayar langsung ke kasir di sertai surat gadai. Setelah terpenuhi syarat pelunasannya maka nasabah bias menganbil barang yang di gadaikan.


F.     Pelelangan
Penjualan barang yang digadaikan melalui suatu pelelangan akan dilakukan pada saat yang telah ditentukan apabila terjadi :
·         Masa pinjaman habis dan jatuh tempo, nasabah tidak mampu menebus barang dan kewajiban lainnya.
·         Masa pinjaman habis dan jatuh tempo, nasabah tidak memperpanjang batas waktu pinjamannya karena berbagai alas an.

Hasil pelelangan barang yang digadaikan akan digunakan untuk melunasi seluruh kewajiban nasabah ke pada perum pegadaian seperti Pokok pinjaman, Sewamodal/ bunga, Biaya lelang. Apa bila barang yang digadaikan tidak laku dileleng dengan harga lebih rendah dari nilai taksiran maka barang tersebut di beli Negara dengan kerugian di tanggung perum pegadaian.



4.Manfaat

            A. Bagi Nasabah
Manfaat utama yang di peroleh oleh nasabah adalah ketersediaan dana dengan prosedur yang relative lebih sederhana dan dalam waktu yang lebih cepat terutama apabila di bandingkan dengan kredit perbankan. Selain itu melihat dari jasa yang di tawarkan nasabah mememiliki manfaaat lain seperti penaksiran nilai suatu barang bergerak dari pihak institusi yang telah berpengalaman dan di percaya dan juga manfaat dalam penitipan barang bergerak yang aman dan di percaya terutama bagi nasabah yang berpergian jauh dan lama.

            B. Bagi Perum Pegadaian
            Manfaat yang di harapkan oleh perum pegadaian dari nasabah adalah
·         Penghasilan yang bersumber dari sewa modal yang dibayarkan oleh peminjam dana.
·         Penghasilan yang bersumber dari ongkos yang di bayarkan nasabah atas jasa-jasa yang ditawarkan.
·         Pelaksanaan Misi Perum Pegadaian sebagai suatu BUMN yang bergerak dalam pembiayaan berupa pemberian bantuan kepada masyarakat
·         Laba atau keuntungan yang diperoleh berdasarkan peraturan pemerintah NO 10 tahun 1990 digunakan untuk :
a.       Dana pembangunan semesta (55%)
b.      Cadangan umum (20%)
c.       Cadangan tujuan (5%)
d.      Dana sosial (20%)